thenet’s blog

Blog berbagi opini dan catatan bloger amatir

TIPS MEMPEKERJAKAN MILENIAL

Meskipun ada beberapa variasi mengenai tanggal pastinya, seorang milenial umumnya dianggap telah lahir antara awal 1980-an dan awal 2000-an. Beberapa faktor sosial dan ekonomi telah mempengaruhi pembentukan generasi ini, membuat mereka berbeda dari pendahulunya. Tumbuh bersama dengan kebangkitan teknologi digital telah menjadikan mereka sebagai generasi teknologi pertama, sementara peningkatan akses ke dunia yang lebih luas telah memperluas perspektif global dan kesadaran sosial mereka.

Baca Juga: Daftar Riwayat Hidup

Sebagai kelompok yang jauh lebih beragam daripada Generasi X dan baby boomer, mereka juga dianggap sebagai generasi yang paling inklusif hingga saat ini.

Istilah ini juga memiliki beberapa stereotip yang terkait dan, apakah benar atau salah, sifat-sifat generasi yang diasumsikan ini mempengaruhi cara kaum milenial terlihat di tempat kerja. Salah satu stereotip milenial dimata generasi sebelumnya adalah sebagai malas dan kurang motivasi https://www.snupps.com/contohcv. Mereka terlihat memiliki rasa memiliki hak dan tidak mau bekerja jauh dari pekerjaan tingkat pemula. Padahal dalam kenyataannya adalah bahwa sebagian besar milenial bekerja keras untuk menemukan karir yang mereka sukai, menghargai pemenuhan atas imbalan finansial. Mereka juga dipandang sebagai pekerja yang tidak memiliki loyalitas kepada majikan mereka. Namun, asalkan mereka ditawari perkembangan karir yang relevan, milenial cenderung tetap dengan perusahaan seperti halnya karyawan Generasi X.

Di sisi lain, milenial dikatakan memiliki etos kerja yang berpusat pada kolaborasi dan inovasi. Mereka juga membawa keterampilan teknis dan keterampilan jaringan digital, yang seringkali kurang pada generasi sebelumnya, menjadikannya sangat berharga bagi perusahaan yang ingin tumbuh di pasar yang kompetitif.

Tips Wawancara Milenial

Sementara setiap wawancara daftar riwayat hidup memiliki keunikan tersendiri, wawancara kerja milenial dapat menghadirkan tantangan baru kepada manajer yang mempekerjakan.

Pertama, generasi millenial berharap lebih dari atasan mereka daripada generasi yang datang sebelum mereka. Mereka jauh lebih mungkin menolak tawaran pekerjaan jika perusahaan tersebut tidak sesuai dengan cita-cita dan keinginan mereka atau tidak dapat menawarkan kemajuan yang mereka cari. Untuk alasan ini, wawancara kerja seribu tahun adalah tentang kandidat menilai kecocokan budaya seperti halnya majikan menilai keterampilan dan kemampuan pelamar.

Kedua, kaum milenial memiliki pandangan berbeda tentang tempat kerja. Kehidupan mereka digerakkan oleh teknologi dan mereka umumnya pendukung model ‘bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras’. Bagi mereka yang kurang terbiasa dengan manfaat teknologi, mungkin terlalu mudah untuk keliru dengan etika kerja ini karena malas. Wawancara kerja milenial yang sukses membutuhkan keterbukaan terhadap tren pekerjaan yang muncul ini dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada keseimbangan kehidupan kerja yang lebih produktif melamar kerja (dan lebih sehat).

Selain itu, beberapa milenial akan mengambil langkah pertama dalam karier profesional. Mereka mungkin memiliki pengalaman kerja yang terbatas dan sulit mendapatkan kaki di depan pintu. Sementara pengalaman itu penting, demikian juga keterampilan baru yang bisa diberikan generasi ini.

Ketika memikirkan pertanyaan wawancara untuk generasi muda, pengusaha harus lebih fokus pada menggali potensi mereka daripada pengalaman kerja yang ada.

Cara Hidup Sehat, Mudah Diterapkan dan Efektif Jaga Kesehatan

Cara Hidup Sehat, Mudah Diterapkan dan Efektif Jaga Kesehatan - Tubuh sehat dan jauh dari penyakit, jadi keinginan setiap orang. Dengan tubuh yang sehat, segala aktivitas fisik harian dapat dilalui tanpa khawatir.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, memang butuh komitmen. Apalagi, semakin banyak godaan kurang sehat. Misalnya makanan cepat saji yang nikmat, sampah berserakan di mana-mana dan kondisi udara yang tidak baik. Semua faktor tersebut berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Baca Juga : Halodoc Konsultasi Dokter

Sebelum semakin memburuk, menjaga kesehatan bisa dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan menjaga pola hidup sehat. Ditambah dengan olahraga rutin, menjaga kebersihan dan menjadikannya sebagai kebiasaan.

Untuk lebih jelasnya, coba Sahabat Dream praktikkan 12 cara hidup sehat berikut ini secara rutin, konsisten, dan lihat perubahan yang terjadi.

Dari sekian banyak cara hidup sehat, hal terpenting adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Tidak hanya sebagai sumber energi, tubuh membutuhkan berbagai nutrisi penting. Nutrisi tersebut nantinya akan diproses untuk kepentingan tubuh.

1. Kurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Godaan yang paling besar untuk mengupayakan hidup sehat adalah makanan cepat saji yang menggoda dan lezat. Ada banyak jenis makanan cepat saji yang kini jadi idola setiap orang, tak hanya enak, makanan cepat saji mengandung nilai ekonomis.

Makanan seperti burger dan pizza mungkin bisa dibilang ada sayurnya, tapi, cara pengolahannya membuatnya jadi kurang sehat bila dikonsumsi berlebih http://www.celtras.uniport.edu.ng/profile/areaseoku/.

2. Perbanyak Makan Sayur dan Buah

Sayur dan buah, makanan alami dari tumbuhan yang menyimpan banyak nutrisi baik, seperti protein, vitamin, kalsium dan banyak lagi lainnya. Cara hidup sehat yang paling mudah dilakukan ialah dengan rutin mengonsumsi buah dan sayur.

3. Kurangi Makan Berlebih

Selain mengurangi konsumsi makanan cepat saji, makan dengan porsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan, ada batas kemampuan organ pencernaan manusia. Apabila batas ini dilewati, maka pencernaan akan mengalami masalah.

Apabila tetap dibiarkan saja, bukan tak mungkin kalau pencernaan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Usahakan untuk menjaga porsi yang cukup dan tidak berlebihan.

4. Kurangi Konsumsi Gula dan Garam Tambahan

Tanpa gula dan garam, masakan bisa jadi hambar. Dua bumbu utama dalam memasak ini memang memegang peran penting soal rasa. Tapi ingat, dua bumbu utama ini bagai pisau bermata dua http://www.snachina.com/snachina/space-uid-29485.html. Di satu sisi mampu mencipta rasa nikmat, di sisi lain bisa membuat kesehatan tubuh menurun. Apalagi kalau dikonsumsi berlebihan, diabetes hingga kanker risikonya.

5. Perbanyak Minum Air Putih

Lebih dari 90 persen bagian tubuh manusia adalah air. Pedoman ini sangat penting untuk menerapkan cara hidup sehat. Konsumsi air putih yang cukup, akan membuat kebutuhan air dipenuh terpenuhi, sehingga masalah dehidrasi bisa dikurangi.

6. Hindari Alkohol

Kandungan alkohol dalam minuman akan menyebabkan kerusakan di berbagai bagian tubuh, mulai dari hati hingga otak. Bila terjadi kerusakan di dalam tubuh, bukan tak mungkin kalau kesehatan akan menurun dan terus menurun.

7. Kurangi Kafein

Hampir sama dengan garam dan gula, kafein punya dua mata pisau. Ada saatnya kita membutuhkan kafein, tapi ada juga kala di mana kita harus menghindari kafein. Dalam upaya hidup sehat, konsumsi kafein harus diatur dengan baik.

Menjaga tubuh tetap sehat bukan soal makanan saja. Makan saja tanpa dibarengi dengan gerak tubuh justru akan membuat proses pembakaran lemak tubuh bermasalah, dan memicu penimbunan lemak. Penimbunan ini adalah awal kemunculan berbagai penyakit, di antaranya diabetes.

8. Olahraga Rutin

Rajin melakukan olahraga dan aktivitas fisik adalah rahasia untuk menjaga kesehatan tubuh. Otot dan tulang yang ada di tubuh perlu dilatih agar kuat menjaga dan menompang tubuh. Dengan kondisi otot dan tulang yang kuat, aktivitas seberat apapun bisa dilalui.

9. Istirahat yang Cukup

Hal yang tak kalah penting ialah istirahat. Tubuh yang terus digunakan untuk berbagai aktivitas tanpa rehat, justru akan menurunkan kinerja organ dalam dan tubuh secara keseluruhan. Penting untuk mengatur waktu, kapan untuk beraktivitas dan kapan untuk beristirahat.

10. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Tanpa disadari, lingkungan sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Lingkungan yang dipenuhi sampah, kotoran dan debu, adalah surga bagi berbagai bakteri dan virus. Keberadaan bakteri dan virus jika dibiarkan, akan mengganggu kinerja tubuh, sehingga membuat tubuh mudah sakit.

Baca Juga : Langkah Sederhana Memulai Pola Hidup Sehat

11. Menjaga Kebersihan Tubuh

Selain lingkungan, kebersihan tubuh sendiri sangat penting. Akan percuma kalau hanya konsumsi dan aktivitas fisik saja yang diperhatikan, tanpa menjaga kebersihan diri sendiri. Tubuh yang kotor akan mudah dihinggapi berbagai penyakit, jadi jangan lupa untuk mandi dan mencuci tangan ya, Sahabat Dream.

12. Membiasakan Diri dan Konsisten

Cara hidup sehat yang terakhir ialah konsisten. Kesebelas cara hidup sehat di atas, akan percuma kalau hanya dilakukan sekali-dua kali saja tanpa konsistensi dan rutinitas yang menyertai. Apabila cara-cara tersebut sudah menjadi kebiasaan, makan akan semakin mudah mengontrol tubuh untuk tetap sehat.

Nah itulah Cara Hidup Sehat, Mudah Diterapkan dan Efektif Jaga Kesehatan. Semoga bermanfaat

Tips Memilih Universitas Atau Kampus Setelah Lulus SMA Atau SMK

Tips Memilih Universitas Atau Kampus Setelah Lulus SMA Atau SMK - Memasuki kelas tiga sekolah menengah baik SMA atau SMK, bukan hanya fokus menghadapi ujian akhir saja yang sering dicemaskan. Namun, kelanjutan pendidikan yang lebih tinggi pun wajib dipertimbangkan para siswa.

Hal ini karena pendidikan inilah yang nantinya akan menjadi bekal untuk melanjutkan hidup di masa yang akan datang. Mungkin Kamu adalah siswa kelas akhir yang bingung memilih universitas atau kampus yang cocok. Kalau iya, sebaiknya Kamu mempertimbangkan 10 tips memilih Universitas Swasta Terbaik yang tepat berikut ini.

1. Mencari Informasi Secara Lengkap

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan riset. Kamu bisa langsung melakukan searching di internet untuk mencari informasi mengenai jurusan dan universitas yang sesuai keinginan.

2. Tujuan Masa Pendidikan

Bagian yang paling prioritas lain adalah menentukan tujuan pendidikan tinggi. Jika Kamu ingin menjadi seorang profesional, mungkin bisa memilih kampus politeknik https://universitasswasta.weebly.com/ yang lebih menerapkan praktek dibandingkan teori. Tentu pilihan kampus juga berbeda saat Kamu berniat menjadi seorang akademisi.

3. Pilih Beberapa Universitas Pilihan

Jika Kamu sudah menentukan jurusan yang sesuai dengan cita-cita dan minat, pilih beberapa universitas pilihan. Setidaknya Kamu memiliki gambaran mengenai kampus mana yang menjadi prioritas dan cadangan. Sedia payung sebelum hujan tentu lebih baik, bukan?

4. Perhatikan Reputasi Universitas Yang Dipilih

Tips memilih universitas yang juga penting adalah reputasi kampus. Kamu tentu tidak ingin salah memilih perguruan tinggi yang ternyata tidak memiliki akreditasi, bukan? Pilih kampus yang memiliki reputasi dan akreditasi sehingga bisa mendukung pendidikan Kamu nantinya.

5. Pertimbangan Lokasi

Lokasi memang salah satu unsur penting yang sering menjadi bahan pertimbangan memilih universitas yang pas. Pasalnya, lokasi akan mempengaruhi biaya hidup serta kenyamanan Kamu selama menjalani program belajar.

6. Fasilitas Universitas

Fasilitas apa saja yang tersedia di universitas yang Kamu pilih? Kenali lebih detail kampus pilihanmu agar tidak menyesal kemudian hari. Fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai akan mempengaruhi kualitas dirimu. Setidaknya prospek pendidikan kedepan menjadi lebih terarah dan terjamin.

7. Biaya Kuliah

Kamu ingin sekali kuliah di kampus A namun terhalang biaya kuliah yang cukup besar atau biaya kuliah di kampus B lebih murah dibanding kampus C. Ya, biaya kuliah juga hal penting yang wajib dicermati. Apalagi jika Kamu musik kuliah melalui jalur reguler bukan beasiswa tertentu.

8. Daya Tampung

Daya tampung sebuah universitas ternama tentu sangat terbatas sehingga Kamu harus mempertimbangkan peluang diterima. Beberapa jalur yang diberikan mungkin bisa dipertimbangkan. Namun sebaiknya tetap menyesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. Jangan terlalu memaksa, ya!

9. Konsultasi Dengan Orang Terdekat

Kamu bisa membicarakan pilihan pendidikan tinggi http://travel.smartguy.tw/space-uid-99980.html yang baik dengan orang terpercaya seperti orangtua, teman atau orang yang lebih berpengalaman. Konsultasi tentu akan memberikan pertimbangan dari sisi positif dan negatif.

10. Berpikir Realistis

Keinginan yang menggebu bisa melanjutkan pendidikan di universitas A bisa jadi cambuk penyemangat. Namun, Kamu harus tetap berpikir realistis. Pertimbangkan matang-matang sesuai dengan kemampuan diri sendiri baik sisi finansial dan akademik.

10 tips memilih Universitas Swasta Terbaik tersebut bisa Kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum salah langkah. Ingat, kuliah bukan sekadar ajang gengsi namun tahap menentukan prospek karir dimasa mendatang. Nah, apakah Kamu sudah memiliki universitas idaman saat ini?

 

Cara Memilih Perguruan Tinggi Swasta yang Tepat

Kampus Swasta Terbaik di Jakarta - Udah bukan rahasia lagi bahwa banyak mitos yang sering dikaitkan untuk mahasiswa yang memilih kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS). Mitos ini berkembang sejak tahun 90-an hingga sekarang. Namanya juga mitos ya, gaes. Tentu saja hal-hal ini nggak selalu benar.

Mahasiswa PTS bukanlah mahasiswa yang terbuang

Sejak duduk di bangku sekolah, saya nggak pernah membandingkan perguruan tinggi berdasarkan statusnya. Apakah universitas itu negeri atau swasta. Satu hal yang saya perhatikan adalah apakah perguruan tinggi tersebut menyediakan jurusan kuliah incaran saya atau nggak. Lalu saya membandingkan akreditasinya, apakah jurusan incaran saya mempunyai akreditasi terbaik di kampus tersebut.

Banyak mahasiswa yang sejak awal memang nggak memilih perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai tempat menimba ilmu. Ini bukan karena mereka nggak lolos tes masuk PTN, tapi karena mereka memang nggak memutuskan untuk mencoba masuk ke PTN. Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang nggak percaya diri karena mereka berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di mana, pelajaran sekolahnya nggak sedalam anak SMA.

Ada juga yang memang sejak awal universitas dan jurusan incarannya adalah PTS. Maka pilihan pertama dan fokus mereka adalah masuk ke PTS tersebut.

Baca Juga : Tips Memilih Kampus Swasta Terbaik di Jakarta

Mahasiswa PTS bukanlah mereka yang datang dari keluarga kaya raya

Percaya, deh, kalau kamu mencoba mencari tahu biaya kuliah zaman sekarang, baik PTS maupun PTN sama sekali nggak murah! Apalagi, beberapa universitas sudah memakai sistem “uang kuliah tunggal”. Sistem ini dimaksudkan agar setiap fakultas dan jurusan bisa menetapkan uang kuliah yang berbeda-beda. Biayanya nggak lagi dipukul rata.

Misalnya, dalam sebuah perguruan tinggi, biaya kuliah jurusan A dan B bisa sangat jauh berbeda tergantung dengan kepentingan proses belajar mengajarnya.

Kalau kamu melakukan survey di beberapa PTS, kamu juga pasti nemuin mahasiswa yang menunggak uang kuliah atau mahasiswa yang melakukan part time untuk nambah uang jajan.

Mahasiswa PTS bukanlah mahasiswa yang kurang pintar

Nggak sedikit orang sukses yang Youthmanual temui berasal dari PTS. Mereka pekerja keras, suka membaca dan punya rasa ingin tahu yang tinggi, punya karakter yang oke dan suka berdiskusi layaknya mahasiswa PTN.

Saya yakin kecerdasan seorang mahasiswa nggak diukur dari asal kampusnya, atau bahkan nilai IPK-nya. Tapi lebih luas dari itu, kita harus menilai seseorang berdasarkan soft skills dan kemampuannya memahami dan menyusun materi pembelajaran. Setuju, dong?

Mahasiswa PTS bukanlah mahasiswa gaul yang kesehariannya selalu terpapar hedonisme

Sekarang ini, banyak acara kampus keren yang digelar baik oleh PTN maupun PTS. Nggak semua mahasiswa PTN nerd and geek, begitupun sebaliknya. Nggak semua mahasiswa PTS gaul dan doyan hura-hura.

Sebagian dari mahasiswa PTS ada juga yang betah berjam-jam duduk di perpustakaan bahkan ambisius untuk lulus dengan nilai cum laude. Jujur aja, nih, banyak mahasiswa PTS juga rajin mencari referensi dan mengikuti forum seminar dan diskusi. Meskipun dilakukan terpaksa karena tugas kuliah #eaaa

Mahasiswa PTS belum tentu bakal kalah bersaing di perusahaan-perusahaan besar

Saya pernah ngobrol sama beberapa HRD di berbagai perusahaan. Baik itu perusahaan lokal dan multinasional, ataupun start up. Mereka bilang, hal pertama yang dinilai dari seorang job seeker adalah CV-nya. Apakah CV itu membosankan atau nggak.

Setelah screening CV, kita bakal berhadapan dengan wawancara kerja dan mendemonstrasikan kemampuan serta kepribadian. Asal kampus menjadi pertimbangan terakhir, sob! Bahkan saya yakin kita bisa bekerja di manapun dan menjadi apapun selama kita punya kualitas dan etos kerja yang oke.

So, di manapun kita kuliah, pada akhirnya yang menetukan kesuksesan adalah diri kita sendiri!

Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan dalam Memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

Pada dasarnya, memilih Perguruan Tinggi Swasta yang tepat untukmu nggak jauh berbeda dengan cara memilih perguruan tinggi lainnya seperti PTN atau Kedinasan. Meski begitu, beberapa hal di bawah ini tetap harus masuk pertimbangkan kamu dalam menentukan PTS tujuan

Akreditasi

Melihat akreditasi menjadi salah satu pertimbangan paling objektif dalam memilih sebuah kampus. Akreditasi adalah sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi mutu sebuah kampus. Tujuannya agar kualitas alumni antar kampus nggak jomplang, gaes. Paling nggak, alumni yang dihasilkan oleh setiap kampus bisa diterima sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ibaratnya, akreditasi adalah proses penilaian sebuah dapur.

Akreditasi dibagi menjadi dua, yaitu akreditasi kampus (institusi) dan akreditasi jurusan (program studi). Pada akreditasi kampus, yang dinilai adalah kualitas kampus secara keseluruhan sementara akreditasi jurusan, yang dinilai adalah program studinya saja. Akreditasi kampus diselenggarakan oleh lembaga BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dan Akreditasi jurusan diselenggarakan oleh lembaga LAM PT (Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi).

Kriteria penilaian untuk akreditasi kampus adalah:

Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
Kinerja perguruan tinggi
Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.
Sementara kriteria penilaian untuk akreditasi jurusan adalah:

Identitas

Izin penyelenggaraan program studi
Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
Relevansi penyelenggaraan program studi
Sarana dan prasarana
Efisiensi penyelenggaraan program studi
Produktivitas program studi
Mutu lulusan

Kelengkapan fasilitas

Kelengkapan kualitas juga bisa menjadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih sebuah kampus. Nggak lucu ‘kan kalau misalkan kamu berkuliah di jurusan Teknik Komputer di Universitas X, tapi universitas tersebut nggak memiliki fasilitas lab komputer yang memadai.

Sarana pengembangan diri

Masa-masa kuliah itu bukan hanya masa-masa untuk mengejar nilai akademis, tapi juga waktunya kamu mengeksplor dirimu seluas-luasnya. Akan sangat baik kalau kampus yang akan menjadi tujuan kamu memiliki sarana pengembangan diri berupa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mumpuni.

Biaya kuliah

Nah, ini nih nggak kalah penting. Kamu harus meriset sedalam-dalamnya mengenai biaya kuliah dari kampus yang akan kamu tuju. Inget, nggak semua Perguruan TInggi Swasta memiliki biaya pendidikan yang lebih mahal daripada Perguruan Tinggi Negeri lho. Ada juga kok PTS yang biaya kuliahnya lebih murah dibandingkan PTN. Terlebih lagi, kesempatan beasiswa juga akan banyak kamu dapatkan.

Lainya : Kampus Swasta Terbaik di Jakarta

Intinya, jangan males cari informasi, ya!

Kiprah alumni

Kiprah alumni kampus tujuanmu juga patut dipertimbangkan nih, gaes. Kalau kampusmu memiliki banyak alumni yang kece, hampir bisa dipastikan calon kampusmu memilii kualitas yang baik. Selain itu, alumni yang memiliki track record baik bisa kamu jadikan jalan untuk networking setelah lulus nanti, lho.

Rekomendasi mahasiswa dan alumni

Butuh pertimbangan lebih lanjut? Jangan sungkan untuk mencari review kampus yang akan kamu tuju dari mahasiswa dan juga alumni-alumni kampus tersebut. Pengalaman dari mereka yang benar-benar pernah merasakan bagaimana dinamika perkuliahan di kampus tersebut pastinya akan memberi kamu banyak insight tentang kehidupan di kampus nantinya.

Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Indonesia Gratis

Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Indonesia Gratis-Dapatkan beasiswa kuliah gratis adalah impian setiap orang yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi. sering kali menjadi alasan Berpikir orang tidak melanjutkan pendidikannya, karena biaya kuliah di Indonesia saat ini menjamin murah.Tidak hanya biaya spp saja tetapi biaya lain termasuk biaya kos, makan dan sebagainya.

Namun Anda tidak perlu khawatir saat ini banyak sekali program beasiswa baik dari pemerintah maupun yang dari lembaga pendidikan itu sendiri Seperti UGM, UIN, UI, Brawijaya dan sebagainya.

Baca Juga:  Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Tidak sedikit pula lembaga sosial yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan Seperti Djarum, Astra, Perbankan dan lain-lain yang ikut berpartisipasi memberikan beasiswa.Ada banyak pilihan jurusant jenjang seperti SMA, dan SMK juga tersedia.Kuncinya adalah sigap mengambil peluang yang ada.

Daftar Beasiswa Yang Bisa Anda Ikuti

Inilah sebagian beasiswa di Indonesia yang dapat Anda ikuti:

1. Beasiswa Bidikmisi
2. Beasiswa BBB-PPA
3. Beasiswa LPDP
4. Beasiswa BU
5. Beasiswa BCA Finance
6. Beasiswa ORBIT Hasri Ainun Habibie
7. Beasiswa Sampoerna Foundation
8. Djarum Beasiswa Plus
9. Beasiswa Astra
10. Tanoto Foundation

Dan masih banyak yang lain, harap pantau Anda informasinya di internet dan segeralah Anda siapkan berbagai dokumen yang diperlukan.Anda harus mengumpulkan siapa pun tahu Anda bisa diterima disalah satunya.

Cara Meraih Beasiswa Kuliah Indonesia Gratis

Program beasiswa mewakili jalan terakhir bagi mereka untuk mewujudkan semua mimpi - mipinya.Namun untuk mendapatkan beasiswa kuliah tidak segampang membalikkan telapak tangan, tentu saja ada beberapa persyaratan yang harus dipenu saya diharapkan, jika Anda memerlukan kuliah gratis khusus di Indonesia.

1. Mencari peluang

Syarat pertama Anda harus mencari peluang terlebih dahulu.misalkan dengan cara kunjungan staf tata usaha dari perguruan tinggi ini untuk bertanya apakah di universitas ini mengadakan program Beasiswa Untuk Mahasiswa S1 . Namung disebuah universitas, karena sudah dimudahkan dengan adanya internet yang menyediakan beragam informasi tentang beasiswa kuliah.

2. Selalu memperbarui untuk mencari informasi

Untuk mencari informasi Beasiswa Untuk Pelajar S1 kuliah di internet, pastikan selalu perbarui disetiap beasiswa.hal ini disebabkan karena banyaknya calon mahasiswa yang juga sedang mencari peluang untuk beasiswa kuliah.

3. Tentukan jurusan

Saat Anda ingin menyetujui program beasiswa s1 kuliah, kelola Anda sudah memilih jurusan yang kamu minati.sebab, jika kuliah dengan jurusan yang tidak diminati, hasil tidak akan maksimal.

4. Tentukan universitas

Selain menentukan jurusan, Anda juga harus menentukan universitas yang Anda masuki.sekalipun ini adalah beasiswa s1 kuliah tidak ada salahnya kan jika terlebih dahulu mencari informasi di universitas uk

5. Usahakan masuk kampus ikatan dinas

Jika Anda memerlukan kuliah gratis terkait pekerjaan setelah lulus, gunakanlah diri Anda di kampus ikatan dinas seperti IPDN, STIS, STAN dan STSN.

6. Meningkatkan kualitas diri

Perguruan tinggi (universitas) biasanya akan meminta beberapa persyaratan, salah satunya tentang kwalitas Anda.karena universitas tidak akan menerima mahasiswa yang tidak memiliki potensi.jadi, tingkatkan kualitas nanaju

7. Melengkapi semua persyaratan

Persyaratan selalu ada di setiap universitas yang menyelenggarakan program beasiswa, jadi Anda harus rela berkorban tenaga kerja dan waktu untuk melengkapi semua persyaratan tersebut.

8. Menyiapkan diri

Nah, Penghasilan kena pajak Andari Dinyatakan Lolos, Tiba Saatnya Andari Akan Diwawancarai Mencari Google Artikel parties Yang Terkait. Dan SEBELUM Hari Itu Tiba, Ada Baiknya JIKA Andari Mempersiapkan Segalanya Mencari Google Artikel Sangat Baik, Agar Semuanya Berjalan Mencari Google Artikel Apa Yang Andari inginkan Dan Impian Untuk get Beasiswa S1 Kuliah Bukanlah Hanya mimpi belaka.

Baca Juga:  Rumus Penting Dalam Memilih Jurusan Kuliah

dan dengan demikian beberapa Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah Indonesia Gratis dapat digunakan untuk membantu Anda mendapatkan beasiswa kuliah sekaligus mendapatkan jurusan yang Anda inginkan.dan semoga informasi yang telah kami bagiha

Rumus Penting Dalam Memilih Jurusan Kuliah

Rumus Penting Dalam Memilih Jurusan Kuliah-Halo Guys, nggak kerasa udah bulan Mei aja .. bulan bulan ini adalah 'bulan harap-harap' cemas sekaligus 'bulan galau' bagi lo semua yang lagi bergerak Negro

Buat lo yang masih ketinggalan berita, gua ingetin lagi kalo Pembukaan Pendaftaran SBMPTN Tertulis 2016 itu dibuka 25 April dan ditutup pada 20 Mei 2016. Diumumkan SNMPTN Undangan itu tanggal 9 Mei 2016. coba apare Hidup! Karena dalam satu bulan ke depan, lo akan menentukan masa depan dan Arah hidup lo (baca: nentuin jurusan yang lo ambil). Eng Ing Eng… Kesannya lebay yah? sekarang

Kenapa menurut gua penting? Nih, gua ceritain sedikit pengalaman gua waktu jadi mahasiswa tingkat awal PMB UNTAR ..

Pada zaman dahulu kala Saat gua masih jadi mahasiswa tingkat awal, ada satu fenomena sosial yang muncul di lingkungan kampus, yang terbentuk satu genk mahasiswa yang suka uring-uringan setiap hari dan punya hobi yangump sepanjang hari tentang kuliah-nya ngobosenin, dosen X galak, tugas banyak banget, kuis dadakan, ujian bentar lagi, dsb .. Lucunya, genk semacam ini kerap muncul di hampir setiap jurusan.Kalo bolehkin “Genk Mahasiswa Galaw Karena Salah Jurusan”.

Nah, sebetulnya sih, kenapa gua bilang dari awal kalo urusan milih jurusan itu emang gak boluda disepeleet kuh buat puas doang, kuliah nggak serius, sampe akhirnya DO.Udah buang-buang duit, buang-buang waktu, dan buang-buang peluang juga .. Jadi, tujuan gua dalam artikel Zenius kali ini adalah untuk mencegter seperti itu.

Baca Juga:  Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Jakarta

Secara singkat, tulisan gua kali ini akan dibagi jadi 4 disetujui rumus:

Analisis sisi positif / negatif jurusan yang kamu incar
Pikirkan indikator dan tolak ukur yang tepat dalam memilih jurusan
Pikir ulang sebetulnya motivasi lo buat milih jurusan itu apa
Bagaimana rumus yang paling jitu buatyang liju juk

1. Pastikan apa yang akan lo hadapi & tau betul konsekuensinya.

Beberapa minggu yang lalu, waktu gua ngobrol sama anak-anak dari Zenius-X, mereka ceritain satu hal yang lucu, jadi dari sekian banyak orang yang melihat bimbel di Zenius untuk program alumni atau intensif SBMPTN, tarternYOTA Bus, banyak yak yang mau jadi dokter .. Dapatkan TK dan TK atau SD guru nanya cita-cita jadi apa, hampir semua mau jadi dokter, coba yang mainsteam lain adalah penemuan pilot dan presideguar mereka masih terbuai romantisme masa kecil yak? Hehehe ..

Sebetulnya nih, nggak ada salahnya sama sekali kalo mau jadi dokter, tapi kalo masalah itu kalo niat setengah hati, mau kalo bilang "mau nyoba" jadi dokter, wah bahaya banget tuh!

Mengapa gua dinilai berbahaya? Karena sebagian besar anak-anak yang menolak, mengapa pengen masuk FK, banyak banget yang alesannya tuh agak-agak kurang meyakinkan.

"Wah Kenapa Yah..Kayaknya Seru Aja MASUK tendangan bebas, Hehehe .."
"Jadi Dokter Itu Profesi Idaman Calon Mertua"
"Jadi Dokter Kan Keren Dan Kerjaannya Jelas Ngapain, duitnya JUGA Oke kayaknya."
Terus Giliran Gua ceritain Kuliah Kedokteran Itu Susahnya Kayak apa ..

“Waduh, iya juga yaah .. gua kayaknya nggak siap jadi dokter yang harus siap ngeliat darah setiap saat dan tetap tenang ngeliat orang yang sekarat dan mati setiap hari .. Lagian juga agak jijikan dan
takut mig jurusan

Nih gini yah, kalo lo emang mau nentuin jurusan, pastiin lo harus tau betul lengkap apa aja yang mau lo alami di kuliah lo nanti. Misalnya buat lo yang kuliah di kedokteran, pasti kalo lo tuh bisa tahan kondisinya udah gak karuan karena udah meninggal berbulan-bulan dan baru udah diumumkan sama formalin, pasti kuliah lagi lebih lama dari temen-temen lo yang milih jurusan laen dan siap mengabdi ke daerah pedalaman sebagkuh harus belajar keras di tahun depan buat gelar sarjana kedokteran (belum jadi dokter lho!) ... artis modal, dsb .. PS.Lo bisa baca kisah perjuangan kuliah kedokteran di Zenius yang ini.

Lo Emang Udah Kalo Siap Nerima * Semua Konsekuensi Itu Dan Tetap Mau Jadi Dokter KARENA Emang lo berambisi Untuk Terjun Dan Terlibat Dalam Perkembangan Dunia Medis, Itu Baru Keputusan Yang MANTAB Buat Milih Jurusan Https://Untar.Webflow.Io/ !

Intinya sih, apapun jurusan yang lo ambil, pasti ada tau apa yang akan lo hadapi dan juga siap nerima konsekuensinya.Ini gua ambil satu contoh dari sudut pandang FK. , psikolog, musisi, arsitek, pilot, politisi, seniman atau apa pun juga!

 

2. Jangan pernah milih jurusan hanya karena prospek finansial

Pertanyaan klasik yang biasanya ditanyain anak yang mau dipilih adalah

"Eh Glenn .. Kalo ambil jurusan X nanti ikut ngapain yah? Karirnya bagus gak? Duitnya oke gak?"

Gua ngerti, duit itu emang penting. Siapa juga yang nggak mau jadi orang kaya yang sukses dan punya kebebasan finansial. dengan begitu orang kaya.Jadinya nggak jarang ada yang butuh peran cukup besar dalam keputusan milih jurusan kepemimpinan.Yah wajar sih, dipanggil juga (biasanya sih) .

Dari sini, gue paham harus ortu dan niat baik mereka buat anak-anak yang berhasil tetap sejahtera dan hidup “nyaman” sampai akhir hayatnya. langkah pragmatis - dengan melihat segalanya dari tolak ukur 'uang' adalah hal yang paling menantang, makanya mereka bisa nyekolahin sampai tiba ini.

Nah, tanpa mengurangi rasa hormat gue sama ortu gue dan ortu lain di luar sana, gua menolak dengan hormat untuk memakai sudut pandang itu untuk jaman sekarang.

Karena menurut gue https://bangboy216.cabanova.com/ , yang dinamai esensi pendidikan itu tidak lagi untuk mempersiapkan dirimu di dunia kerja yang bisa dicari, cari orang yang lebih banyak dan jadi orang kaya. dulu yang mana belom banyak ada kesempatan.Tapi sekarang? Lo udah sampai di zaman di mana lo bisa jadi apa pun yang lo mau asal lo cukup niat buat memperjuangkan hal itu.

Jadi, pendidikan itu buat apa dong kalo bukan buat persiapan kerja dan cari duit?

Pendidikan itu untuk mengembangkan semua potensi dan kemampuan intelektual untuk mengembangkan yang sesuai dengan apa yang ingin Anda cari .. Pendidikan membuat bisa melihat masalah di sekeliling dengan cara yang lebidan mea efisien .. dan kalo lo emang bener-bener menikmati proses belajar itu dan menjadi ahli dalam bidang lo, percaya deh kalo urusan duit itu gak kemana

Kalo bidang yang emang nikmat itu sekarang digabungkan, kurang berprospek dari segi keuangan .. Nah, sebetulnya balik lagi sampai mana mana yang harus disepakati, lalu hasrat dan bikin perbandingan itu dengan finansial.Tapi kalo boleh leguah mencari celah untuk selalu bisa dapet peluang, kalo nikmati bidang yang lo tekuni - dari kuliah di jurusan yang bergengsi tapi ujung-ujungnya jadi masuk genk mahasiswa salah jurusan yang cuman bisa dihubungi.dan kuliah dengan seteng

Sekarang coba deh lo nonton salah satu TED Bicara di bawah ini, tentang Juara Dunia Yoyo (iya beneran yoyo, maenan roda-rodaan pake tali itu), coba deh tonton video-nya .. menurut gua ini inspiratif banget!

Btw, kalau mau lihat versi disetujui di TED, lo bisa tonton di sini.Di situ lo bisa pake subtitle Bahasa Indonesia juga.

 3. Jangan Milih Jurusan (hanya) berdasarkan Pelajaran yang diberikan oleh lo.

“Gua suka sama Biologi, artinya gua cocoknya jadi dokter kali yaa ..”
“Gua suka pelajaran gambar, artinya gua cocoknya jadi arsitek dong yah?”
Banyak banget siswa yang mikirnya kalo pilih jurusan kai paju Yah, emang di satu sisi bener sih, nilai pelajaran yang bagus atau lo soal, bisa jadi SALAH SATU indikator buat nentuin jurusan.Tapi jelas pelajaran di sekolah bukan tolak ukur rus paat

Lha Emang mengapa? Gua pikir milih jurusan yang bener itu yah harus dari nilai pelajaran atau pelajaran yang kita sukai selama di sekolah?

Ada dua alesannya, yang pertama: Karena bidang yang terbentang di hadapan lo itu jauuh lebih luas dari cuman 13 mata pelajaran yang ada di Sekolah lo. Jadi jangan cuman liat dari sudut pandang 13 mata pelajaran yang talen : Lo akan membingungkan sendiri kalo lo pake standar ukuran “pelajaran sekolah” buat ngeliat bidang yang lo sukai.

"Kak, aku suka banget sama Biologi, tapi nilai Fisika https://pmbuntar.kickoffpages.com/  aku juga bagus .. Aku harus memilih jurusan apa yah? Terus sebetulnya aku senang nolong orang gila jadi pengen datang Psikoapi Aku jadi psikolog karena katanya aku suka gak bisa menyatakan keputusan. Mama jahat deh. Terus kata papa aku cocoknya jadi tentara. Menurut kak Glenn gimana? ”

Hehhehe .. Oke, intinya di sini titik gua adalah: Mata pelajaran di sekolah memang bisa jadi SALAH SATUan tapi jangan jadi SATU-SATUnya hal yang lo liat dalam diri lo.

 4. Terus apa dong rumusnya cara milih jurusan yang bener?

Sebenernya apa yang mau gua bahas di titik ketiga ini udah pernah diulas sama Faisal di artikel sebelumnya yang berjudul gimana membahas milih jurusan yang tepat, tapi gua akan coba terima kasih ulasan yang lebih lengkap disini.

Ngomong-ngomong kalo lo perhatiin, artikel Faisal tentang gimana milih jurusan yang tepat itu udah nembus 446 komentar .. Mirisnya nih, mayoritas dari komentar di situ balik lagi mempertanyakan hal sebetulnya udah dia jelasiri dito

“Bang, aku suka pelajaran A, tapi aku jago di pelajaran B, aku juga tertarik di pelajaran C. Sebaiknya aku ngambil jurusan apa yah?”
“Bang, gue sebetulnya minat di jurusan A, tapi ortu gue setuju .. Mereka menyarank di jurusan B. Gimana dong solusinya kak? "
" Bang, saya minat banget di jurusan A. Tapi nilai A saya dari dulu jelek banget, saya juga gak ngerti-ngerti pelajaran A di kelas. Gimana yah solusinya? "
Nah, untuk pertanya "Mau ambil jurusan apa?", Itu gua jamin nggak akan pernah kita jawab. kemana .. "

Untuk pertanyaan yang satu ini, lo harus bisa membuat keputusan buat sendiri lo sendiri. diri lo sendiri.

Nah, terus gimana dong mau ngambil keputusan yang bisa diambil? Nih gua terima kasih tips jitu .. Intinya cara milih jurusan yang bener resepnya tuh…

“Pilih bidang yang buat kamu tertantang… Pilih bidang yang bikin lo penasaran sampai lo rela buat ngulik itu siang-malem tanpa tahu waktu biar gak dibayar lagi. cari-cari info di internet atau lewat google .. Pilih jurusan yang disetujui 'rasa ingin tahu' dalam diri lo.Pilih jurusan yang bener-bener akan jadi muara ilmu pengetahuan yang ingin lo

Itulah menurut gue, rumus  https://moz.com/community/users/13645969 yang paling tepat buat milih jurusan yang bener… Kalo nemu bidang yang menurut lo seperti itu, cari jurusan yang relevan dengan bidang itu. Entah itu dokter jadi , fotografi, desain, hukum, filsafat, ekonomi, sastra, musik, atau apa pun juga.

Kalo lo udah nemuin bidang yang bikin diri lo 'merinding' karena tertantang, gak akan ada lagi tuh saran semacam .. "kalo j manajemen X ini nanti ngapain? Prospek gajinya gede nggak? masih berputar-putar dengan pertanyaan semacam itu, lo pantas khawatir buat jadi masuk ke genk mahasiswa salah jurusan ..

Baca Juga : Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta 2019/2020

Jadi, langkah pertama jangan cari tau jurusan A belajarnya fuck, jurusan B belajar fuck, terus lo baru mikir kira-kira cocok nggak sama lo… Terbalik Cuy! Justru lo yang harus balik nanya ke diri lo sendiri dulu “Bidang yang “Apa yang bisa menjadi bikin tidur karena penasaran?” Kalo udah tau bidang itu, baru deh cari cari

Oke, segitu aja sih tips Rumus Penting Dalam Memilih Jurusan Kuliah dan sharing dari gue, moga-moga bermanfaat buat lo semua.

Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta 2019/2020

Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta 2019/2020-Pada kesempatan ini admin akan berbagi informasi mengenai Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta 2019/2020. Informasi ini ditujukan khususnya bagi calon mahasiswa S1 yang ingin kuliah di kampus negeri atau swasta.

Nah, untuk mengetahui informasinya, langsung saja simak di bawah ini.Pada kesempatan ini admin akan berbagi informasi mengenai Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta 2019/2020. Informasi ini ditujukan khususnya bagi calon mahasiswa S1 yang ingin kuliah di kampus negeri atau swasta. Nah, untuk mengetahui informasinya, langsung saja simak di bawah ini.


Kuliah menjadi salah satu hal yang cukup diperlukan di era sekarang ini. Hal ini tak terlepas dari sulitnya mencari kerja bagi lulusan SMA / MA sederajat. 

Sebagai contoh, berdasarkan cerita salah seorang teman yang ingin bekerja di sebuah toko di pasar, pada saat itu dibukalah sebuah lowongan kerja untuk menjadi penjaga toko. Ada dua orang yang melamar, yang satu lulusan SMA, dan yang satu lulusan S1, ternyata yang diterima adalah yang lulusan S1. Dari situ saja sudah ketahuan bahwa lulusan yang lebih tinggi bisa lebih mudah diterima kerja. 

Namun semua itu bukan jaminan. Kuliah tinggi tidak menjamin dapat kerjaan dengan mudah. Soal keahlian, lulusan SMA / MA / SMK sederajat juga banyak yang memiliki keahlian setara dengan anak kuliahan, atau bahkan ada yang lebih. Tentunya mereka memiliki kelebihan di bidangnya masing-masing.

Berkaca dari contoh di atas, maka dirasa perlu untuk menempuh pendidikan tinggi di era saat ini. Bukan hanya untuk mendapatkan gelar saja, tetapi pengasahan skill dan penguasaan materi, serta terbentuknya koneksi adalah hal yang lebih penting dari pada gelar.

Dengan keahlian, seseorang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berkreasi tanpa perlu melamar kerja di perusahaan, kantor, sekolah, atau instansi lainnya. Bekerja sendiri itu lebih hebat.

Mungkin ulasan di atas terlalu panjang lebar ya. Tetapi itu untuk gambaran sedikit seperti apa sih kehidupan di dunia kerja.

Nah, bagi kalian siswa-siswi lulusan SMA / MA / SMK / sederajat yang ingin kuliah S1, baik itu di perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi keagamaan islam negeri  (PTKIN), atau perguruan tinggi swasta (PTS), maka perlu untuk mempersiapkan biayanya.

Persiapan biaya kuliah bisa dilakukan sejak sekarang terlebih baik yang ingin kuliah kedokteran yang biayanya sangat mahal. 

Mempersiapkan biaya kuliah bisa dilakukan dengan cara menabung tiap hari, atau tiap bulan secara rutin dan konsisten jumlahnya agar pada saat mau kuliah biayanya sudah cukup.

Siapa yang Harus Menabung?

Tentunya mereka yang sudah bekerja dan mempunyai penghasilan. Pastinya orang tua kita, atau wali atau orang yang mau membiayai kuliah kita dengan ikhlas.

Kalianpun sebagai siswa yang berkeinginan untuk kuliah setelah lulus dari sekolah, harus berupaya untuk menabung. Sisihkan uang jajan kalian untuk tabungan kuliah. Dengan begitu, kalian juga telah mempersiapkan sendiri biaya kuliahmu.

Lalu, Apakah Biaya Kuliah S1 itu Mahal Sekali?

Tidak. Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhkan kuliah bisa dijangkau oleh semua kalangan. Di Universitas di Jakarta negeri (PTN dan PTKIN), bagi mahasiswa kurang mampu, akan diberi bantuan biaya pendidikan yang dikenal dengan nama Bidikmisi. Bidikmisi diberikan sejak awal kuliah hingga lulus S1. Tentunya harus melalui seleksi terlebih dahulu. Atau diberikan beasiswa bagi yang memenuhi persyaratan. Dengan mendapatkan bidikmisi, maka kuliah menjadi ringan biayanya.

Di beberapa kampus swasta (PTS) juga ada Bidikmisi. Biasanya hanya PTS-PTS ternama saja. Pastinya kalian harus mencari tahu mengenai Bidikmisi ini di PTS yang kalian minati sebagai tempat kuliah. Atau mencari info beasiswa di kampus tersebut. Jika mendapatkan beasiswa atau bidikmisi, maka bisa meringankan beban biaya kuliah.

Apa Saja yang Harus dibayar Saat Kuliah S1?

Di PTN dan PTKIN, biaya kuliah telah menggunakan sistem UKT atau Uang Kuliah Tunggal. Pahami apa UKT melalui artikel berikut : Apa itu UKT dan BKT?

UKT ini dibayarkan tiap awal semester baru tanpa ada biaya lainnya. Besarnya UKT sama dari semester 1 hingga semester akhir. Level UKT ada 8 kelompok, dari UKT 1 yang terendah hingga UKT 8 yang tertinggi. UKT terendah biaasanya sekitar Rp. 500.000,- dan UKT tertinggi bervarasi besarnya, ada yang lebih dari Rp. 10.000.000,- dan ada yang di bawah itu.

Penentuan besar kecilnya level UKT didasarkan terutama pada penghasilan orang tua / wali. Besar kecilnya penghasilan orang tua / wali diketahui dari formulir isian yang diisikan oleh mahasiswa baru pada saat registrasi ulang. Disini dibutuhkan kejujuran dalam mengisi data.

Jadi, di PTN dan PTKIN cukup membayar biaya UKT saja.

Sedangkan di PTS, biasanya biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah ada bermacam-macam. Di awal semester ada biaya bangunan, kemudian ada biaya kuliah per semester, biaya KTM biaya almamater, biaya kerja praktek seperti KKN / KKL / KP / PPL / semacamnya, biaya UTS dan UAS, biaya proposal dan skripsi, biaya wisuda, dan lain-lain.

Biaya-biaya di atas besarnya bervariasi tergantung dari kebijakan kampus masing-masing. Jika dibuat sebuah perkiraan, biaya kuliah S1 Swasta yaitu :

  • Biaya bangunan : sekitar Rp. 2.000.000,- hingga Rp. 10.000.000,-
  • SPP per semester: sekitar Rp. 1.000..000,- hingga Rp. 7.000.000,-
  • Biaya almamater : sekitar Rp. Rp. 150.000,- hingga Rp. 400.000,-
  • Biaya KTM : sekitar Rp. 50.000,-
  • Biaya KKN / KKL / PPL / semacamnya ; sekitar Rp. 300.000,- hingga Rp. 700.000,-• Biaya SKS : sekitar Rp. 700.000,- hingga Rp. 1.500.000,- per semester
  • Biaya UTS  : sekitar Rp. 150.000,- hingga Rp. 300.000,- per semester• Biaya UAS : sekitar Rp. 150.000,- hingga Rp. 300.000,- per semester
  • Biaya proposal dan skripsi : sekitar Rp. 700.000,- hingga Rp. 1.500.000,-
  • Biaya wisuda : sekitar Rp. 1.000.000,- hingga Rp. 2.500.000,-

Perkiraan biaya kuliah S1 Swasta tersebut diluar dari biaya kos-kosan, biaya hidup, biaya fotocopy, biaya beli buku-buku, biaya tranportasi, biaya beli laptop, dan lainnya.

Jadi, masih banyak biaya lain yang harus dikeluarkan.

Tentunya biaya-biaya tersebut juga ada di kampus PTN. Maksudnya biaya kos-kosan, biaya hidup, biaya beli buku-buku, biaya transpotasi dan semacamnya yang disebutkan pada paragraf di atas juga harus dikeluarkan oleh mahasiswa yang kuliah di kampus negeri.

Berapa Biaya Kuliah Per Semester untuk S1 Negeri dan Swasta?

Untuk biaya kuliah negeri, telah dijelaskan di atas hanya cukup bayar sekali dalam satu semester yaitu bayar biaya UKT saja, tak ada biaya bangunan, biaya proposal dan skripsi, biaya wisuda. Cukup bayar UKT untuk kuliah di kampus negeri.

Khusus biaya kuliah swasta, kalian bisa membuat total perkiraan sendiri dari biaya perkiraan yang telah dibagikan di atas.

Misal, jika dibuat perkiraan seperti ini untuk biaya kuliah pokok S1 Swasta :

1. Biaya bangunan : sekitar Rp. 3.000.000

2. SPP per semester: sekitar Rp. 2.500.000,- dikali 8 semester = Rp. 20.000.000,-

3. Biaya almamater : sekitar Rp. Rp. 200.000,-

4. Biaya KTM : sekitar Rp. 50.000,-

5. Biaya KKN / KKL / PPL / semacamnya ; sekitar Rp. 300.000,-

6. Biaya SKS : sekitar Rp. 900.000,- per semester, dikali 8 semester = Rp. 7.200.000,-

7. Biaya UTS  : sekitar Rp. 150.000,- per semester, dikali 8 semester = Rp. 1.600.000,-

8. Biaya UAS : sekitar Rp. 150.000,- per semester, dikali 8 semester = Rp. 1.600.000.-

9. Biaya proposal dan skripsi : sekitar Rp. 1.500.000,-

10. Biaya wisuda : sekitar Rp. 1.500.000,-

Maka, total perkiraan biaya kuliah https://www.couchsurfing.com/people/biayakuliah-untar S1 di kampus swasta untuk biaya pokoknya yaitu : Rp. 36.950.000,-

Apa Saja Biaya Lain-lainnya untuk Kuliah S1 Negeri atau Swasta?

Biaya di atas hanya biaya kuliah saja atau biaya yang dikeluarkan untuk di dalam kampus. Biaya tersebut belum termasuk biaya di luar kampus seperti biaya kos-kosan, biaya hidup, transportasi, buku-buku, fotocopy, dan lainnya. Jika dibuat perkiraan seperti ini :

  1. Biaya kon-kosan : Rp. 3.000.000, per tahun, dikali 4 tahun = Rp. 12.000.000,-
  2. Biaya makan minum : Rp. 500.000,- per bulan, dikali 48 bulan = Rp. 24.000.000,-
  3. Biaya transportasi : Rp. 300.000,- per bulan, dikali 48 bulan = Rp. 14.400.000,-
  4. Biaya beli buku dan fotocopy : Rp. 650.000,-
  5. Biaya beli laptop : Rp. 4.000.000,-
  6. Biaya kebutuhan lainnya : Rp. 2.000.000,-

Maka, total perkiraan biaya diluar kampus untuk kuliah S1 negeri atau swasta, yaitu : Rp. 57.050.000,-

Biaya-biaya seperti inilah yang jarang diperhitungkan oleh kebanyak orang. Mereka hanya menghitung biaya kuliahnya saja berapa per semester. Padahal masih banyak lagi biaya lainnya yang harus dikeluarkan.

Jadi, Berapa Biaya Total Kuliah S1 Negeri dan Swasta Sampai Selesai?
Untuk total perkiraan biaya kuliah negeri (PTN / PTKIN) sampai selesai yaitu :

• UKT yang dibayarkan ditambah biaya lain-lainnya seperti di atas 

Misal UKT yang dibayarkan adalah Rp. 3.000.000,- per semester dikali 8 seemester adalah Rp. 24.000.000,- ditambah biaya lainnya Rp. 57.050.000,-.

Jadi totalnya yaitu Rp. 81.050.000,-
Sedangkan total perkiraan biaya kuliah di kampus swasta (PTS) sampai selesai yaitu :

• Biaya kuliah pokok ditambah biaya lain-lainnya seperti di atas 

Pada perhitungan di atas, biaya kuliah pokok S1 swasta, yaitu Rp. 36.950.000,- , lalu ditambah biaya lain-lain yaitu Rp. 57.050.000,-. Total keseluruhan total keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan untuk menempuh pendidikan S1 swasta Rp. 90.000.000,-
Itulah Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta.

Baca Juga : PTN DAN PTS, PRODUKTIF MANA?

Perhitungan tersebut hanyalah perkiraan saja. Biaya kuliah yang sesungguhnya bisa lebih murah atau lebih mahal, atau bahkan gratis karena mendapatkan beasiswa selama 8 semester. Atau kalian juga bisa membuat perkiraan sendiri untuk biaya kuliahmu. 

Demikian informasi mengenai Perkiraan Biaya Kuliah S1 Negeri dan Swasta. Semoga informasi tersebut bisa memberikan gambaran seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menempuh pendidikan S1 di kampus negeri atau swasta. 

Terima kasih telah membaca artikel ini. Baca juga artikel lainnya di blog ini. Ayo bantu bagikan artikel ini pada teman lain yang membutuhkan khususnya yang akan kuliah. Cukup sekian sa salam sukses selalu.Tweet